ESP (Extra Sensory Perception)

2008 Agustus 21
by mo_cab™

Selama ini, manusia dikenal memiliki 5 indera (panca indera) yaitu penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, dan peraba. Panca indera tersebut memberikan pengalaman bagi manusia, apa rasa dari gula, bagaimana warna merah, bagaimana bau harum, dan sebagainya. Nantinya hasil tersebut akan disimpan di memori otak untuk digunakan selanjutnya.

Pengalaman-pengalaman tersebut terjadi dengan kontak fisik, dalam arti masih dalam jangkauan sekitar manusia, misalnya kita mencium bau busuk, karena bau tersebut terbawa angin dan masuk ke hidung kita. Kita melihat warna merah karena di depan kita ada kaus yang berwarna merah, kita merasakan manis karena ada gula di lidah kita, dan seterusnya.

Tapi pernahkah kita mengalami, atau mengetahui orang yang kita kenal, merasakan sesuatu tetapi diluar jangkauan fisik saat itu? misal melihat sesuatu kejadian saat itu yang letaknya sangat jauh secara fisik, atau melihat kejadian di masa lalu bahkan masa depan, sehingga timbul fenomena deja vu. Berasal darimanakah kemampuan tersebut, ataukah ada indera lain selain yang lima tersebut? Bagi orang tertentu kejadian tersebut sangat aneh, bagi sebagian mungkin biasa saja.

Apakah ESP itu?

Istilah ESP pertama kali dimunculkan oleh seorang profesor bidang parapsikologi Universitas Duke pada tahun 1934, yaitu Prof. J.B. Rhine. Extrasensory perception merupakan istilah umum dari kemampuan-kemampuan mental diluar kemampuan panca indera. Dalam istilah barat, fenomena tersebut juga dikatakan sebagi Psi dan ESP merupakan salah satu fenomena Psi diantara kemampuan lain seperti telekinesis, cyrokinesis, pyrokinesis, dll.

Jenis kemampuan yang secara umum terdapat dalam ESP :

  1. Telepati : kemampuan untuk membaca pikiran orang lain (menangkap frekuensi otak)
  2. Clairvoyance : melihat sesuatu yang terjadi dari jarak jauh
  3. Precognition : kemampuan melihat masa depan
  4. Retrocognition : kemampuan untuk melihat masa lalu
  5. Mediumship : kemampuan untuk menjadi medium/penghubung dengan “arwah” (untuk yang ini ada penjelesan lebih lanjut, benarkah arwah?*)
  6. Psychometry : kemampuan untuk mendapatkan informasi hanya dengan menyentuh
  7. Astral projection : kemampuan untuk melepaskan sebagian / seluruh energi tubuh sehingga “tubuh halus” kita dapat berpindah tempat kemanapun kita suka. Orang sering pula menyebutnya dengan out of body experience (OOBE). Kita mau ke amerika tapi gak punya uang buat beli tiket pesawat, tinggal ngastral projection aja, beres. Merupakan situasi dimana kita dapat merasakan sensasi di luar tubuh fisik kita. Beberapa psikolog memasukkan hal ini ke dalam kondisi halusinasi. Tapi dari pengalaman beberapa orang, hal tersebut bukanlah merupakan halusinasi, karena apabila dilakukan pembuktian, maka apa yang sedang dilihat atau dirasakan saat OOBE adalah sesuai dengan adanya.

Orang-orang yang percaya terhadap ESP memiliki gambaran yang berbeda-beda terhadap pengertian dari kemampuan-kemampuan tersebut. Ada yang percaya bahwa setiap manusia memiliki kemampuan ESP dan selalu berhubungan dengan ESP, sebagian lain mengatakan bahwa orang-orang tertentu saja yang memiliki kemampuan ESP dan untuk mengaksesnya diperlukan situasi mental tertentu. Cara kerja ESP pun masih terdapat kesimpangsiuran di kalangan mereka. Tapi yang jelas, fenomena ini terjadi karena aktifitas tertentu dari kerja otak manusia.

KEmampuan-kemampuan dalam ESP dapat terjadi karena dua hal:
pertama, bakat alami seseorang. Dia mempunyai bakat untuk melakukan ESP, dan biasanya tanpa disadari dan tanpa kemampuan mengontrol. Tiba-tiba saja dia bisa melihat kejadian pembunuhan (misalnya) yang dia sendiri tidak tahu kapan dan dimana, tapi dia melihat korban maupun pelaku sesungguhnya. Hal seperti ini biasanya membuat kondisi psikologis orang tersebut menjadi tertekan, dan dia berusaha untuk menghilangkan kemampuan tersebut.
Kedua, dengan berlatih. Berlatih disini adalah dengan cara meningkatkan kemampuan otak secara maksimal, agar dapat mengaktifkan kinerja kalenjar-kalenjar tertentu di otak untuk dapat menangkap frekuensi-frekuensi tertentu. Misal, gelombang magnetis yang mengitari tubuh (aura) secara mata normal adalah tidak bisa terlihat tanpa bantuan alat (misal kamera kirlian), karena frekuensi gelombangnya di luar frekuensi gelombang cahaya yang dapat di tangkap oleh mata. Tapi dengan melatihnya, maka seseorang dapat meningkatkan sensitifitas matanya untuk menangkap frekuensi tersebut. Tapi yang perlu diingat, mata cuma merupakan input saja, sedangkan yang benar2 bekerja untuk mengolah gambar adalah otak.

Jadi pada dasarnya, semua orang memiliki kemampuan untuk itu, karena secara alami otak kita dibuat dengan sangat sempurna. Hanya tinggal bagaimana mengefektifkan kemampuan otak yang belum tergali.

ESP dan Dunia Intelejen

Sejak 1952, CIA telah meluncurkan program untuk mempelajari fenomena ESP ini untuk kepentingan dunia intelejen. Mereka menggunakan jasa para remote viewer untuk mengenali/mencari lokasi-lokasi sasaran musuh. Osama bin Laden, adalah salah satunya seseorang yang dicari menggunakan jasa remote viewer disamping teknologi lain yang dimiliki CIA. Namun sampai saat ini, keberadaannya masih menjadi misteri bagi lembaga tersebut.
Salah satu project selama perang dingin adalah “psychic spying” yang saling dilakukan oleh kedua belah pihak yang berseteru yaitu USA dan Uni Soviet.
KEgiatan remote viewing yang dilakukan oleh amerika dapat di baca di http://www.ciaonet.org/olj/sa/sa_jan02srm01.html. SAlah satu initial project adalah mengamati pusat penelitian nuklir di Semipalatinsk Uni Soviet. PAt Prince, seorang remote viewer berhasil mendeskripsikan dengan jelas dan akurat sesuai apa yang terlihat dari foto-foto satelit amerika. Namun dia dapat mendeskirpsikan lebih detail apa yang terjadi di dalamnya.  Namun project CIA setelah 24 tahun berjalan, pada tahun 1995 program ini di tutup atas desakan senat.

Pandangan Skeptis mengenai ESP

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS