Kisah dan Humor Prajurit

2008 Juli 4
by mo_cab™

Pasukan yang ditempatkan di Timtim, biasanya bertugas selama kurang lebih 6 bulan atau sesuai perintah atasan di Jawa, kemudian diganti dengan pasukan yang baru. Selain menggunakan kapal perang milik TNI-AL, digunakan juga pesawat-pesawat Hercules TNI-AU. Saat itu, pesawat bermesin empat tersebut bertugas untuk mengangkut para prajurit yang telah habis tugasnya, untuk kembali lagi ke jawa. Alangkah bahagianya para prajurit akan segera kembali bertemu dengan keluarga mereka. Karena mungkin pasukan darat, mereka tidak menyadari bahwa dalam perjalanan menuju jawa, salah satu mesin pesawat tersebut mati.

Namun mengingat pesawat yang penuh dengan 300-an prajurit yang akan kembali ke keluarganya, sang pilot memutuskan untuk mendaratkan pesawatnya di kupang. Namun ternyata ada seorang perwira darat menyadari keadaan itu. Saat pesawat mendarat di kupang, dia mengkonfirmasikan hal tersebut kepada sang pilot. Sang pilot membenarkan, bahwa memang salah satu mesin pesawat itu mati, dan memerlukan beberapa jam perbaikan. Tapi pilot tersebut meminta kepada perwira komandan tersebut untuk tidak memberitahukan kepada pasukannya, namun kabari saja, bahwa pilot sengaja mendarat di kupang untuk memberi kesempatan para pasukan membeli oleh-oleh bagi keluarga mereka, cukup komandannya saja yang khawatir.

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS