Kisah lucu dalam perang Timtim

2008 Juli 3
by mo_cab™

Kejadiannya terjadi pada saat proses integrasi timtim ke dalam RI. Saat itu tentara nasional Indonesia akan mengirimkan pasukan berserta artileri beratnya melalui perarian Timtim. Selain kapal perang, juga menggunakan kapal pengangkut yang khusus digunakan untuk mengangkut tank-tank dan peralatan berat lainnya mendekati garis pantai. Namun karena keterbatasan pada waktu itu, disewalah sebuah kapal milik sipil yang cocok untuk operasi tersebut. Seperti biasa, saat mendekati garis pantai, prjarit TNI segera turun menggunakan boat-boat yang lebih kecil, karena kapal pengangkutnya tidak dapat terlalu dekat dengan garis pantai. Tentunya pendaratan tersebut disambut cukup meriah dengan tembakan meriam musuh yang bertahan dipantai tersebut. Ternyata tembakan musuh tersebut cukup mendekati kanan kiri kapal pengangkut artileri milik TNI.

walau bagaimanapun; peralatan tempur berat milik TNI harus bisa didaratkan. Segera setelah memerintahkan para prajurit untuk mendekati pantai, salah seorang perwira operasi, memerintahkan kapten kapal pengangkut sekaligus pemilik kapal yag disewa tersebut, tentunya dia orang sipil, untuk segera mendekati jarak yang cukup sehingga peralatan perang bisa diturunkan. Lalu perwira tersebut segera menyusul prajuritnya. Rupanya, dasar orang sipil, melihat peluru-peluru kaliber besar ditembakkan di kanan-kiri kapalnya, dia pikir bisa menenggelamkan kapal miliknya, sehingga dia ragu-ragu untuk mendekati jarak pantai sesuai perintah perwira tadi. Alhasil, dia segera cabut dari pantai tersebut, tanpa menurunkan peralatan perang TNI. Hasilnya, perwira dan para prajuritnya kebingungan, sementara mereka sudah mencapai pantai, namun tank-tank dan peralatan berat pendukung lainnya tak kunjung datang. Untung pasukan tersebut dapat berhasil menguasai pantai berkat dukungan tembakan meriam dari kapal-kapal perang TNI-AL yang memiliki jangkauan cukup jauh.Yah, namanya saja menyewa kapal milik sipil……

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS